Artikel ini memuat informasi tentang premis utama dalam I’m Sorry, I Love You.
Cha Moo-hyuk sering diingat sebagai pria yang hancur karena cinta. Namun tragedinya dimulai jauh sebelum ia bertemu Song Eun-chae.
Moo-hyuk, yang diperankan So Ji-sub, lahir di Korea tetapi diadopsi ke Australia saat masih kecil. KBS juga memperkenalkannya sebagai tokoh yang “diadopsi ke Australia saat masih kecil”. Ketika dewasa, ia kembali ke Korea dan menghadapi keluarga serta masa lalunya.
Mengapa kisahnya justru dimulai dari adopsi antarnegara?
Tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa tim produksi membuat latar ini untuk melambangkan sejarah adopsi antarnegara Korea. Namun ketika karya ini ditonton kembali lebih dari dua puluh tahun kemudian, di balik tokoh fiksi Moo-hyuk tampak sejarah Korea yang jauh lebih lama dan nyata.
Seorang Korea yang Justru Merasa Asing di Korea
Moo-hyuk adalah orang Korea, tetapi ia tidak tumbuh di Korea.
Ketika negara tempat lahir dan negara tempat tumbuh berbeda, ungkapan “kembali ke tanah asal” tidak sesederhana yang dibayangkan. Dari garis keturunan ia tampak seperti orang yang kembali, tetapi dari bahasa, ingatan, dan pengalaman hidup ia lebih dekat dengan orang yang baru pertama kali tiba.
Karena itu, perjalanan Moo-hyuk ke Korea bukan sekadar kembali ke negara asal. Ia bertanya mengapa harus hidup di luar negara ini, siapa keluarganya, dan apakah pernah ada tempat baginya juga untuk kembali.
Bagi penonton Korea pada 2004, premis seperti ini tidak sepenuhnya asing. Selama puluhan tahun, Korea telah mengirim banyak anak ke luar negeri untuk diadopsi.

Adopsi Antarnegara Dimulai karena Perang, tetapi Tidak Berakhir Bersamanya
Arsip Nasional Korea menjelaskan bahwa adopsi antarnegara Korea dimulai pada 1954, tak lama setelah gencatan senjata Perang Korea, sebagai salah satu kegiatan bantuan internasional untuk mengatasi masalah anak yatim akibat perang. Pada 1955, adopsi ke luar negeri bagi anak yatim perang dan anak berdarah campuran diizinkan secara kelembagaan, dan pada 1961 diberlakukan “Undang-Undang Khusus Adopsi Anak Yatim” yang mengatur prosedur orang asing mengadopsi anak Korea.
Sampai di titik ini, sejarah itu mudah terlihat seperti sesuatu yang semata-mata lahir karena perang.
Namun, adopsi antarnegara tetap berlanjut setelah perang berakhir. Arsip Nasional Korea menjelaskan bahwa sasaran adopsi kemudian bergeser dari anak yatim perang ke anak-anak yang membutuhkan perlindungan karena kemiskinan dan alasan lain, dan pada 1976 sistem itu kembali ditata melalui “Undang-Undang Khusus Adopsi”.
Artinya, sejarah adopsi antarnegara Korea tidak bisa dijelaskan hanya sebagai luka perang. Selama puluhan tahun, kemiskinan, stigma terhadap ibu yang tidak menikah dan anak-anak mereka, budaya keluarga yang sangat menekankan hubungan darah, kebijakan kesejahteraan anak, serta sistem adopsi saling bertumpang tindih.
Mengetahui fakta ini membuat Cha Moo-hyuk pada 2004 terlihat sedikit berbeda. Bahkan setengah abad setelah Perang Korea, “orang Korea yang diadopsi ke luar negeri” masih merupakan premis yang cukup realistis untuk digunakan drama Korea dalam menjelaskan tragedi keluarga.
Mungkin yang Ditanyakan Moo-hyuk Adalah: “Mengapa Aku Tidak Dipilih?”
Mulai bagian ini, kita memasuki interpretasi Iyagikkun, bukan fakta sejarah.
Jika kemarahan Moo-hyuk hanya dilihat sebagai keinginan membalas dendam, ada sesuatu yang terlewat. Ia percaya dirinya dikirim keluar dari keluarga, lalu ketika kembali ke Korea ia melihat keluarga dan rasa memiliki yang tampak hadir secara alami bagi orang lain.
Pertanyaannya mungkin kurang lebih seperti ini:
Mengapa aku tidak dipilih?
Saat kecil, Moo-hyuk tidak bisa memilih tempat tinggal, siapa yang disebut keluarga, atau bahasa dan budaya yang akan membentuk hidupnya. Keputusan terbesar dibuat oleh orang lain.
Karena itu, mencari keluarga kandung bukan sekadar memastikan identitas. Hal itu dapat dibaca sebagai upaya untuk memastikan apakah ia juga pada awalnya merupakan bagian dari keluarga seseorang, dan apakah pernah ada tempat yang seharusnya tetap menjadi miliknya.
Karena Itu, Cinta Eun-chae Terlihat Sedikit Berbeda
Song Eun-chae tidak dapat mengembalikan masa kecil Moo-hyuk. Ia juga tidak dapat menciptakan kehidupan seolah ia tidak pernah diadopsi, atau menyelesaikan luka masa lalunya untuknya.
Namun ia bisa melakukan satu hal.
Memilih Moo-hyuk yang ada sekarang.
Hidup Moo-hyuk saat kecil ditentukan oleh pilihan orang lain. Saat dewasa, melalui Eun-chae ia untuk pertama kalinya mengalami jenis cinta yang berkata, “aku memilihmu karena kamu adalah kamu.”
Karena itu, kisah romansa dan kisah keluarga dalam I’m Sorry, I Love You mungkin bukan dua narasi yang sepenuhnya terpisah. Pada akhirnya, keduanya kembali ke pertanyaan yang sama.
Siapa yang akan memilihku, dan siapa yang akan tetap bersamaku sampai akhir?
Kisah Ini Tidak Berakhir pada 2004
Cha Moo-hyuk adalah tokoh fiksi. Pengalaman nyata orang-orang yang diadopsi antarnegara tidak boleh digeneralisasi dari satu tokoh ini. Ada yang merasa Korea adalah tanah asalnya dan ada yang tidak; ada yang mencari keluarga kandung dan ada yang tidak.
Meski demikian, kini ada satu alasan untuk menonton kembali drama ini. Masyarakat Korea masih meninjau kembali sejarah adopsi antarnegara.
Pada Maret 2025, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Korea mengumumkan keputusan pencarian kebenaran mengenai pelanggaran HAM dalam proses adopsi antarnegara. Pada 2026, permohonan pertama yang diterima oleh komisi periode ketiga juga berkaitan dengan pelanggaran HAM dalam adopsi ke luar negeri.
Per 31 Juli 2026, terdapat 518 permohonan dalam kategori adopsi antarnegara.
Dalam drama 2004, seorang pria kembali ke Korea untuk mencari jawaban tentang masa lalunya. Lebih dari dua puluh tahun kemudian, di Korea nyata pun orang-orang masih mencari jawaban tentang proses adopsi, catatan, dan identitas mereka sendiri.

Kembali ke Cha Moo-hyuk — Apakah Tempat yang Ia Datangi Itu Tanah Asalnya?
Moo-hyuk mencintai Eun-chae. Namun jika kisahnya ditelusuri sejak awal, terlihat kerinduan yang sudah ada jauh sebelum cinta itu.
Ia ingin dicintai ibunya, ingin memiliki tempat di dalam sebuah keluarga, dan ingin memastikan bahwa dirinya bukan orang yang hanya terus ditinggalkan, tetapi juga orang yang bisa dipilih oleh seseorang.
Mengetahui sejarah adopsi antarnegara Korea tidak membuat I’m Sorry, I Love You menjadi dokumenter tentang adopsi antarnegara.
Sebaliknya, satu pertanyaan berubah.
Apakah Cha Moo-hyuk benar-benar kembali ke tanah asalnya?
Atau apakah ia datang untuk mencari rumah yang belum pernah sekalipun ia miliki?

Ungkapan Korea Hari Ini
고향 (gohyang)
Biasanya diterjemahkan sebagai “kampung halaman” atau “tanah asal”, tetapi dalam bahasa Korea kata ini dapat memuat perasaan yang lebih kuat daripada sekadar tempat lahir: keluarga, kenangan saat tumbuh, dan tempat untuk kembali.
Bagi seseorang seperti Moo-hyuk, yang tempat lahir dan tempat tumbuhnya berbeda, pertanyaan “di mana gohyang-mu?” menjadi sulit dijawab hanya dengan kewarganegaraan.
Sumber
- KBS Star Entertainment, “드라마 볼래, 나랑 살래?… ‘미안하다, 사랑한다’ 다시 즐기기” — latar Moo-hyuk diadopsi ke Australia. https://kstar.kbs.co.kr/list_view.html?idx=35555
- Arsip Nasional Korea, “인구정책 > 이민 정책” — awal adopsi antarnegara Korea sejak 1954 dan perubahan hukum. https://theme.archives.go.kr/next/populationPolicy/issue07.do
- Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Korea, “해외입양 과정 인권침해 사건 진실규명 결정 발표” — keputusan Maret 2025. https://jinsil.go.kr/fnt/nac/selectNoticeDetail.do?bbsId=BBSMSTR_000000000710&nttId=323795
- Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Korea, “진실규명 신청현황” — 518 permohonan adopsi antarnegara per 31 Juli 2026. https://www.jinsil.go.kr/fnt/bbm/bbs/selectBoardArticleView.do?menu_no=310000&nttId=23199&upper_menu_no=300000

