Kalau mengikuti K-pop, angka-angka terus muncul.
Idol generasi pertama, legenda generasi kedua, girl group generasi ketiga, boy group generasi keempat, rookie generasi kelima.
Bagi orang yang baru melihatnya, wajar kalau langsung bertanya-tanya.
Jadi, dari tahun berapa sampai tahun berapa termasuk generasi yang mana?
Hal pertama yang perlu diketahui:
Tidak ada batas resmi.
Tidak ada “Komite Generasi K-pop” yang menyatakan, “Mulai 1 Januari 2018 adalah generasi keempat.”
Industri, stasiun TV, media, dan fandom mulai memakai label baru ketika grup baru dan kondisi pasar terasa berbeda dari sebelumnya. Karena itu grup di masa peralihan bisa disebut generasi keempat oleh satu orang dan generasi kelima oleh orang lain.
Angka tahun di artikel ini adalah patokan kasar, bukan jawaban ujian.
Generasi pertama — generasi yang membentuk arena “idol” di Korea
Kira-kira pertengahan hingga akhir 1990-an sampai awal 2000-an.
Nama yang sering masuk di sini antara lain H.O.T., Sechs Kies, S.E.S., Fin.K.L, Shinhwa, dan g.o.d.
Agensi membentuk grup, merancang musik, tari, citra, dan karakter. Fan club punya nama dan warna. Fans datang membawa balon warna tertentu.
Pola “idol group + fandom terorganisasi” mulai terbentuk di era ini.
Dan pertengkaran antar-fandom juga sudah ada. Ini juga punya sejarah panjang.
Mereka bertengkar karena warna dukungan bertabrakan, saling bersitegang dengan fandom grup rival, dan bersaing soal program musik serta ajang penghargaan.
Internet dan smartphone saat itu tidak bisa dibandingkan dengan sekarang, tetapi fangirling/fanboying sudah tetaplah fangirling/fanboying.

Generasi kedua — K-pop mulai serius keluar dari Korea
Kira-kira pertengahan 2000-an sampai awal 2010-an.
TVXQ!, SUPER JUNIOR, BIGBANG, Girls’ Generation, Wonder Girls, KARA, SHINee, dan 2NE1 sering ditempatkan di sini.
Salah satu perubahan penting di generasi kedua adalah aktivitas luar negeri menjadi jauh lebih besar.
Idol Korea mulai benar-benar aktif terutama di pasar Asia seperti Jepang dan China.
Pada masa ini YouTube juga muncul. Dulu, untuk menonton siaran Korea, orang harus mencari video yang direkam lalu diunggah oleh seseorang; sekarang dari luar negeri pun orang bisa langsung menonton video musik Korea.
Panggung K-pop mulai melebar dari televisi Korea ke internet global.

Generasi ketiga — K-pop benar-benar menjadi global
Kira-kira sekitar 2012 sampai akhir 2010-an.
EXO, BTS, Red Velvet, MAMAMOO, SEVENTEEN, TWICE, dan BLACKPINK sering disebut sebagai contoh.
Lewat keberhasilan global BTS dan BLACKPINK, K-pop sulit lagi disebut sekadar musik Asia dengan fandom kecil di luar negeri.
YouTube, Twitter, dan platform streaming sepenuhnya masuk ke aktivitas fandom, dan fans luar negeri bisa menonton video musik baru hampir bersamaan dengan fans Korea.
Akun terjemahan bermunculan, satu ucapan anggota bisa langsung menyebar ke seluruh dunia lewat media sosial, dan fandom global bergerak bersama dalam penjualan album serta streaming.
Karena itu generasi ketiga sering dikaitkan dengan ledakan global K-pop.

Generasi keempat — fandom global menjadi default sejak debut
Rentang kasar yang sering dipakai adalah sekitar 2018 sampai 2022.
Stray Kids, (G)I-DLE, ATEEZ, TXT, ITZY, aespa, IVE, NMIXX, LE SSERAFIM, dan NewJeans sering masuk di sini.
Kalau generasi ketiga membuka pasar global, generasi keempat debut di dunia ketika menargetkan fans internasional sejak hari pertama sudah normal.
Begitu debut, subtitle dalam berbagai bahasa langsung tersedia, TikTok challenge muncul, ada fan sign lewat video call untuk fans luar negeri, dan capaian Spotify serta YouTube dibicarakan bersama.
Bukan hanya mendengarkan lagu; video koreografi, fancam, challenge, dan short-form bergerak sebagai satu rangkaian aktivitas.
Periode COVID-19 juga berimpit dengan generasi keempat. Banyak grup debut saat sulit bertemu penonton secara langsung, dan porsi konten online serta aktivitas fandom tanpa tatap muka semakin besar.
Jadi generasi keempat bukan sekadar “idol muda yang muncul setelah generasi ketiga.” Cara memperkenalkan idol dan membangun fandom itu sendiri kembali berubah.

Generasi kelima — kok sudah sampai lima?
Sekarang istilah generasi kelima sering dipakai untuk grup rookie yang debut sejak 2023 dan setelahnya.
Contoh yang sering disebut: ZEROBASEONE, BOYNEXTDOOR, RIIZE, TWS, NCT WISH, ILLIT.
Masalahnya mulai dari sini.
“Generasi keempat baru mulai, kok sudah generasi kelima?”
Pada 2023, sejak awal Mnet mempromosikan ZEROBASEONE, grup yang akan lahir melalui BOYS PLANET, dengan sebutan “boy group K-pop generasi kelima,” lalu istilah generasi kelima cepat melekat pada rookie lain juga.
Karena itu, pendapat tentang grup yang debut sekitar 2023 sangat terbelah.
Ada yang menyebutnya generasi kelima, ada yang 4.5, dan ada yang sekadar akhir generasi keempat.
Bukan berarti ada yang salah. Sejak awal memang tidak ada jawaban resmi.
Jadi apa yang membedakan satu generasi?
Bukan hanya tahun debut.
Grup mana yang berada di pusat pasar.
Bagaimana cara fans mendengar dan mengonsumsi musik berubah.
Seberapa besar porsi pasar luar negeri.
Bagaimana platform seperti YouTube, media sosial, dan TikTok digunakan.
Bagaimana strategi perusahaan yang membentuk idol berubah.
Semua hal ini bergerak bersama.
Ketika banyak orang mulai merasa “grup-grup ini bekerja dengan cara yang berbeda dari gelombang sebelumnya,” label generasi baru mulai muncul.
Awalnya orang berdebat. Belakangan, istilah itu menjadi cukup mapan.
Jadi generasi dalam K-pop lebih dekat pada nama yang ditempelkan fans dan industri untuk menata masa yang sudah lewat daripada pembagian zaman dalam buku sejarah.
Jadi, grup ini sebenarnya generasi berapa?
Kalau ingin mengingatnya dengan cara yang paling aman, cukup kira-kira seperti ini:
Generasi 1 — H.O.T., Sechs Kies, S.E.S., Fin.K.L
→ sistem idol dan fandom terorganisasi terbentuk
Generasi 2 — TVXQ!, BIGBANG, Girls’ Generation, Wonder Girls, KARA, SHINee, 2NE1
→ Korean Wave di Asia dan penyebaran online
Generasi 3 — EXO, BTS, TWICE, BLACKPINK, SEVENTEEN, Red Velvet
→ ledakan global K-pop
Generasi 4 — Stray Kids, (G)I-DLE, TXT, ITZY, aespa, IVE, LE SSERAFIM, NewJeans
→ fandom global, media sosial, dan short-form menjadi default
Generasi 5 — ZEROBASEONE, BOYNEXTDOOR, RIIZE, TWS, NCT WISH, ILLIT, dll.
→ nama generasi saat ini untuk grup-grup rookie baru yang muncul sejak 2023
Lalu kalau seseorang berkata, “Bukan, grup itu generasi keempat”?
Itu juga bisa benar.
Terutama untuk grup yang berada di batas pergantian generasi, fans pun terus berbeda pendapat.
K-pop tidak punya akta resmi untuk generasi.
Pada akhirnya, angka adalah penunjuk jalan, bukan peta
Cara paling mudah mengingat generasi pertama sampai kelima bukan dengan menghafal tahun mati-matian.
Lihat bagaimana K-pop berubah.
K-pop membangun sistem idol, bergerak ke Asia, menembus pasar dunia, menjadikan media sosial dan fandom global sebagai default, lalu grup-grup baru kembali membangun babak berikutnya.
Karena itu istilah generasi ketiga, generasi keempat, dan generasi kelima lebih dekat pada penjelasan “grup ini debut di lingkungan K-pop seperti apa” daripada “grup ini lahir pada tahun berapa”.
Jadi tidak perlu heran kalau menemukan tabel pembagian generasi yang berbeda.
Keduanya bisa benar menurut kriteria masing-masing.
Fans K-pop sendiri masih berdebat.
Itu normal.
Ungkapan Korea hari ini
Ungkapan: 세대
Romanisasi: sedae
Arti: generasi
Penggunaan: di K-pop, sering dipakai untuk mengelompokkan idol yang aktif pada periode serta lingkungan industri dan fandom yang mirip.
Contoh: “이 그룹은 4세대야, 5세대야?”
Terjemahan: “Grup ini generasi keempat atau kelima?”
Sumber
- Mnet BOYS PLANET / pengenalan generasi kelima — penggunaan resmi label generasi kelima untuk ZEROBASEONE / dicek 2026-08-14
- Korea JoongAng Daily — Has K-pop already entered its fifth generation? — sifat tidak resmi batas generasi dan debat generasi kelima / 2023-07-11 / dicek 2026-08-14

